|
|
251. SIFAT KEISTIMEWAAN YANG DIBERIKAN OLEH
ALLAH SWT.
- "Adanya keistimewaan bukan berarti harus
menghilangkan sifat-sifat kemanusiaan. Perumpamaan
keistimewaan adalah seperti cahaya matahari di siang
hari. Ia kelihatan di segala penjuru, tetapi ia bukanlah
berasal darinya. Terkadang, matahari sifat-sifat Allah
Swt. bercahaya malam wujudnya. dan terkadang, Dia
mengambilnya dari Anda dan mengembalikan Anda ke batas
semula. Siang bukan berasal dari Anda dan untuk Anda,
akan tetapi ia hanya menghampiri Anda.
Ketika Anda mendapatkan keistimewaan dari Allah Swt.,
misalnya mendapatkan karamah, maka bukan berarti Anda
kehilangan sifat kemanusiaan Anda. Anda masih memiliki
hasrat makan ketika lapar, minum ketika haus, tidur ketika
mengantuk, dan lain-lain. Kedudukan Anda tentu tidak bisa
melebihi kedudukan para nabi dan rasul. Mereka telah
mendapatkan kedudukan mulia di sisi-Nya, namun sifat
kemanusiaannya tetap tidak bisa dilepaskan. Cobalah Anda
perhatikan kitab-kitab sejarah, bukanlah mereka juga menikah
layaknya kebanyakan manusia?! Bukanlah mereka juga marah
jikalau ada sesuatu yang menyinggung perasaan, terutama
sesuatu yang berkaitan dengan hak Rabb mereka?!
Perumpamaan karamah atau keistimewaan yang Anda dapatkan
adalah seperti cahaya matahari di siang hari yang menerangi
seluruh negeri. Jikalau Anda tidak mengerti, tentu Anda akan
mengira cahaya itu berasal dari negeri tersebut. Tetapi,
kenyataannya tidak. Cahaya itu bukanlah dari sana. Itu
adalah cahaya yang dipancarkan oleh matahari. Matahari
adalah sumber cahaya. Dan, negeri itu tetaplah negeri, yang
hanya bisa menerima cahaya.
Begitulah kira-kira perumpamaan sebuah karamah.
Keistimewaan yang Anda dapatkan adalah milik-Nya semata.
Jangan menyangka bahwa Andalah yang mendapatkannya dengan
sendirinya. Tidak, Anda salah paham. Jikalau suatu hari
Allah Swt. ingin mencabut karamah itu dari Anda, maka Dia
bisa melakukannya. Itu tidaklah sulit bagi-Nya. Walaupun
Anda telah mendapatkan karamah, namun sifat-sifat Anda
sebagai manusia tetap tidak akan hilang. Hanya saja,
keuntungannya, hati Anda akan semakin bersih dari segala
bentuk kotoran dan maksiat.
Terkadang, Allah Swt. akan menerangi kegelapan yang ada
di dalam diri Anda. Sehingga, Anda mampu menyingkap rahasia
di balik suatu kejadian, atau kejadian-kejadian yang pernah
Anda alami. Dan, terkadang Dia akan mencabut kemampuan itu
dari Anda. Sehingga, Anda berada di dalam kegelapan. Persis
dengan matahari yang terbit dan tenggelam.
Ingatlah, cahaya yang menyibak kegelapan dalam diri Anda
bukanlah berasal dari Anda dan ditujukan kepada Anda.
Tetapi, semua itu adalah karunia yang agung dari Sang Maha
Pencipta. Syukurilah, karena Anda menjadi bagian dari para
hamba-Nya yang terpilih.
|
|
|
(sebelum, sesudah)
KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh
Ibnu 'Athaillah as-Sakandari
Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi
Cetakan Pertama, September 2017
Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com,
sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com
Indeks Islam |
Indeks Sufi | Indeks
Artikel | Tentang
Penulis
ISNET Homepage |
MEDIA Homepage | Program
Kerja | Koleksi |
Anggota
Please direct any suggestion to
Media
Team
|