Al-Hikam dan Penjelasannya

Syekh Ibnu 'Athaillah as Sakandari

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

251. SIFAT KEISTIMEWAAN YANG DIBERIKAN OLEH ALLAH SWT.

"Adanya keistimewaan bukan berarti harus menghilangkan sifat-sifat kemanusiaan. Perumpamaan keistimewaan adalah seperti cahaya matahari di siang hari. Ia kelihatan di segala penjuru, tetapi ia bukanlah berasal darinya. Terkadang, matahari sifat-sifat Allah Swt. bercahaya malam wujudnya. dan terkadang, Dia mengambilnya dari Anda dan mengembalikan Anda ke batas semula. Siang bukan berasal dari Anda dan untuk Anda, akan tetapi ia hanya menghampiri Anda.”

Ketika Anda mendapatkan keistimewaan dari Allah Swt., misalnya mendapatkan karamah, maka bukan berarti Anda kehilangan sifat kemanusiaan Anda. Anda masih memiliki hasrat makan ketika lapar, minum ketika haus, tidur ketika mengantuk, dan lain-lain. Kedudukan Anda tentu tidak bisa melebihi kedudukan para nabi dan rasul. Mereka telah mendapatkan kedudukan mulia di sisi-Nya, namun sifat kemanusiaannya tetap tidak bisa dilepaskan. Cobalah Anda perhatikan kitab-kitab sejarah, bukanlah mereka juga menikah layaknya kebanyakan manusia?! Bukanlah mereka juga marah jikalau ada sesuatu yang menyinggung perasaan, terutama sesuatu yang berkaitan dengan hak Rabb mereka?!

Perumpamaan karamah atau keistimewaan yang Anda dapatkan adalah seperti cahaya matahari di siang hari yang menerangi seluruh negeri. Jikalau Anda tidak mengerti, tentu Anda akan mengira cahaya itu berasal dari negeri tersebut. Tetapi, kenyataannya tidak. Cahaya itu bukanlah dari sana. Itu adalah cahaya yang dipancarkan oleh matahari. Matahari adalah sumber cahaya. Dan, negeri itu tetaplah negeri, yang hanya bisa menerima cahaya.

Begitulah kira-kira perumpamaan sebuah karamah. Keistimewaan yang Anda dapatkan adalah milik-Nya semata. Jangan menyangka bahwa Andalah yang mendapatkannya dengan sendirinya. Tidak, Anda salah paham. Jikalau suatu hari Allah Swt. ingin mencabut karamah itu dari Anda, maka Dia bisa melakukannya. Itu tidaklah sulit bagi-Nya. Walaupun Anda telah mendapatkan karamah, namun sifat-sifat Anda sebagai manusia tetap tidak akan hilang. Hanya saja, keuntungannya, hati Anda akan semakin bersih dari segala bentuk kotoran dan maksiat.

Terkadang, Allah Swt. akan menerangi kegelapan yang ada di dalam diri Anda. Sehingga, Anda mampu menyingkap rahasia di balik suatu kejadian, atau kejadian-kejadian yang pernah Anda alami. Dan, terkadang Dia akan mencabut kemampuan itu dari Anda. Sehingga, Anda berada di dalam kegelapan. Persis dengan matahari yang terbit dan tenggelam.

Ingatlah, cahaya yang menyibak kegelapan dalam diri Anda bukanlah berasal dari Anda dan ditujukan kepada Anda. Tetapi, semua itu adalah karunia yang agung dari Sang Maha Pencipta. Syukurilah, karena Anda menjadi bagian dari para hamba-Nya yang terpilih.

(sebelum, sesudah)


KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh Ibnu 'Athaillah as-Sakandari

Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi

Cetakan Pertama, September 2017

Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com, sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team