255. MEMINTA IMBALAN AMALAN
- Bagaimana bisa Anda meminta imbalan dari
suatu amalan yang Allah Swt. sedekahkan kepada Anda?
atau, bagaimana mungkin Anda meminta balasan dari
ketulusan yang dihadiahkan-Nya kepada
Anda?!
Jikalau Anda rajin beramal shalih dan menjalankan semua
perintah Allah Swt., maka janganlah Anda merasa berhak
mendapatkan imbalan dari-Nya. Anda ini hanyalah hamba yang
sedang menjalankan kewajiban. Semua yang diberikan-Nya
kepada Anda adalah bentuk kemuliaan dan kebaikan-Nya kepada
Anda. Apakah Anda tidak menyaksikan, bagaimana jikalau
seorang budak bekerja bagi tuannya, apakah ia mendapatkan
upah?!
Tidak, sama sekali tidak. Ia bekerja·dengan suka
rela untuk kepentingan majikannya. Tidak ada upah yang akan
diterimanya. Hanya saja, tuannya berkewajiban memberinya
makan dan berbuat baik kepadanya. Ini adalah contoh di bagi
manusia yang harus menunaikan kewajiban. Dan, Allah Swt.
lebih mulia daripada manusia, tidak ada seorang pun yang
mampu menyuruh-Nya untuk melakukan ini dan itu. Sesuatu yang
Anda dapatkan adalah kebaikan-Nya, bukan imbalan amalan
Anda.
Kemudian, jangan pula Anda meminta balasan-Nya karena
Anda ikhlas beribadah kepada-Nya. Apakah Anda tidak tahu
bahwa Anda bisa seperti itu karena karunia-Nya? Jikalau
bukan karena karunia-Nya maka Anda akan terus terjebak di
dalam kesyirikan. Dan, tahukah Anda balasannya?! Yah,
nerakalah balasannya.
Syukurilah semua yang diberikan-Nya kepada Anda, dan
jangan menuntut. Keteguhan Anda berada di jalan ketaatan
adalah bagian dari karunia-Nya. Janganlah membanggakan
amalan Anda di hadapan-Nya. Anda hanya bisa selamat dengan
rahmat-Nya, bukan karena amalan Anda semata. Amalan hanyalah
tangga menuju rahmat-Nya. Jikalau Dia menginginkan Anda
sampai, maka Anda akan sampai di sisi-Nya. Jikalau tidak
maka Anda tidak akan pernah sampai, walaupun Anda beribadah
seumur hidup Anda.
Ingatlah hal itu baik-baik!
|