256. CAHAYA DAN DZIKIR
- "Ada kaum yang cahaya mereka mendahului dzikir
mereka. Ada kaum yang dzikir mereka mendahului cahaya
mereka. Ada kaum yang sama antara dzikir dan cahaya
mereka. Dan, ada kaum yang tidak memiliki dzikir dan
cahaya. Kita berlindung kepada Allah Swt. dari kelompok
ini."
Ungkapan tersebut menegaskan bahwa manusia itu terbagi
menjadi empat golongan.
Pertama, kaum yang cahaya mereka mendahului dzikir
mereka. Mereka mendapatkan cahaya Allah Swt. terpatri di
dalam hati mereka sebelum rajin dan konsisten berdzikir. Ini
adalah karunia-Nya yang hanya diberikan kepada orang yang
diinginkan-Nya. dengan cahaya ini, mereka akan semakin rajin
berdzikir, karena sudah merasakan kenikmatan di
dalamnya.
Kedua, kaum yang dzikir mereka mendahului cahaya mereka.
Ini adalah bentuk yang umum terjadi. Ketika seseorang rajin
dan konsisten berdzikir maka ia akan mendapatkan cahaya-Nya.
Cahaya itu akan terus mendorongnya menjadi hamba yang tidak
putus-putusnya berdzikir. Akhirnya, ia akan merasakan bahwa
dzikir telah menjadi darah dagingnya.
Ketiga, kaum yang dzikir mereka sama dengan cahaya
mereka. Kaum ini mendapatkan cahaya-Nya bersamaan dengan
dzikir yang mereka lantunkan. Mereka juga akan mendapatkan
kenikmatan ruhiyah yang luar biasa, sehingga mendorong
mereka untuk rajin dan konsisten berdzikir.
Keempat, kaum yang tidak memiliki cahaya dan dzikir. Ini
adalah kaum yang merugi, baik di dunia maupun akhirat. di
dunia, mereka akan terus-menerus hidup dalam kegelapan dan
kesengsaraan yang tidak ada ujungnya. di akhirat, mereka
akan mendapatkan azab yang pedih. Jangan sampai Anda masuk
ke dalam kelompok ke empat ini, sebab hanya akan mendapatkan
kecelakaan dan kesengsaraan.
|