Al-Hikam dan Penjelasannya

Syekh Ibnu 'Athaillah as Sakandari

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

1. JANGAN MEMBANGGAKAN AMALAN

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Penulis kitab ini sengaja memulai tulisannya dengan ucapan basmalah sebagai implementasi sabda Rasulullah Saw.:

Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan bismillahir rahmanir rahim maka ia terputus.” (HR. Abu Dawud).

Maksud “terputus” dalam hadits ini bukanlah tidak diterimanya amal kebaikan, akan tetapi hilangnya keberkahan. Sebagaimana kita ketahui bahwa keberkahan adalah sesuatu yang mutlak dibutuhkan dalam sebuah amal perbuatan. Jikalau keberkahan itu tiada maka amalan yang kita kerjakan akan sia-sia belaka.

Ada satu pertanyaan yang berkaitan dengan hal ini, bukankah setiap pekerjaan itu harus dimulai dengan puji­pujian kepada Allah Swt.? Hal tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah Saw.:

Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan memuji Allah maka ia terputus.” (HR. Ibnu Hibban).

Jikalau dilihat sepintas, memang kedua hadits ini saling bertentangan. Hadits pertama memerintahkan kita untuk memulai suatu pekerjaan dengan basmalah. Sedangkan hadits kedua justru memerintahkan kita untuk memulainya dengan memuji Allah Swt. Lalu, apa yang seharusnya kita lakukan?

Sebenarnya, kedua hadits tersebut tidak saling kontradiksi. Memang, kita diperintahkan oleh Allah Swt. untuk memulai segala urusan dengan memuji-Nya, dan ucapan basmalah adalah salah satu lafal yang menunjukkan pujian bagi-Nya.

Jikalau kita perhatikan baik-baik, maka kata ar-Rahman dan ar-Rahim adalah pujian bagi-Nya. Kita mengakui bahwa Allah Swt. Maha Pengasih kepada seluruh umat manusia, sebagaimana juga Maha Penyayang kepada kaum mukminin.

Pekerjaan yang dimulai dengan basmalah maupun tahmid, keduanya sama-sama mengandung makna pujian kepada­Nya.

* * *
Di antara tanda bergantung pada pekerjaan yang shalih adalah kurangnya keinginan untuk melakukan kemaksiatan.”

Terkadang, ketika seorang muslim melakukan berbagai amal shalih, ia menyangka bahwa itu cukup untuk menyelamatkannya dari api neraka, dan memasukkannya ke dalam surga Allah Swt. Ia bergantung pada amalan­amalannya itu.

Ketika ia melakukan suatu kemaksiatan maka ia hanya cuek bebek. Dalam pikirannya, semua itu akan tergantikan oleh amalan-amalan shalih yang selama ini dilakukannya. Ia menggantungkan harapannya pada amalan-amalan itu, dan mengurangi rasa berharap kepada Allah Swt.

Sebenarnya, ini adalah sebuah kesalahan besar. Seorang muslim tidak akan pernah memasuki surga-Nya dengan amalan-amalan shalih saja, akan tetapi dengan rahmat-Nya. Selain itu, tindakan seperti ini juga merupakan sebuah bentuk kesyirikan, karena menggantungkan harapan pada selain-Nya. Padahal, dalam setiap shalat, kita melantunkan, “Kepada-Mu kami menyembah, dan kepada-Mu pula kami meminta tolong.”

Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa seorang ahli ibadah ditanya ketika berada di dekat Mizan, “Apakah engkau ingin masuk surga dengan amalanmu atau rahmat-Ku?” Karena laki-laki ini merasa yakin dengan amalan-amalan yang selama ini dilakukannya, maka ia menjawab, “dengan amalan-amalanku.” Tatkala ditimbang, ternyata amalan­amalannya itu tidak mampu memasukkannya ke surga, sehingga ia dilemparkan ke Neraka.

Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa seorang pembunuh 99 jiwa dimasukkan oleh Allah Swt. ke surga-Nya, padahal ia belum melakukan amal shalih sedikit pun. Begitu juga halnya dengan seorang pelacur yang berhak memasuki surga-Nya, itu hanya karena menolong seekor anjing yang kehausan. Semua itu semata-mata karena rahmat Allah Swt.

Seorang mukmin sejati yang mengenal Tuhannya selalu bergantung pada Tuhannya, bukan amalan-amalannya.

(sebelum, sesudah)


KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh Ibnu 'Athaillah as-Sakandari

Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi

Cetakan Pertama, September 2017

Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com, sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team