13. Tentang Para Sufi Mutaakhir di Pelbagai
Negeri
Aku tak punya ruangan yang cukup untuk menyajikan riwayat
hidup mereka semua; dan jika aku melalaikan sebagian,
berarti tujuan buku ini tidak akan tercapai. Nah, karena
itu, aku akan menyebutkan hanya nama-nama Sufi dan ahli
ruhani satu per satu yang pernah hidup pada zamanku atau
yang masih hidup, dengan mengesampingkan kaum formalis
(zhahiriyah).
1. Suriah dan Irak
Syaikh Zaki bin Al-Ala adalah seorang Syaikh
terkemuka. Aku mendapatinya seakan-akan kilatan cahaya
cinta. Ia dianugerahi tanda-tanda dan bukti-bukti yang
menakjubkan.
Syaikh Abu Jafar Muhammad bin Al-Mishbah
As-Shaydalani adalah salah seorang calon Sufi yang utama.
Dia dengan fasihnya membahas teosofi, dan sangat menyukai
Husayn bin Manshur (Al-Hallaj); beberapa karyanya telah
kubaca. Syaikh Abul Qasim Suddi1 adalah seorang
pembimbing yang melakukan kezuhudan dan mencapai suatu
kehidupan ruhani yang tinggi. Dia bersikap baik kepada
darwisy-darwisy dan mempercayai mereka.
2. Fars
Syaikh agung, Abul Hasan bin Saliba,2
berbicara dengan amat fasih dan jelas tentang tasawuf dan
Pengesaan (tawhid). Ujaran-ujarannya sangat
terkenal.
Syaikh dan Pembimbing (mursyid) Abu Ishaq bin
Syahriyar adalah salah seorang Sufi yang amat dihormati dan
mempunyai wewenang penuh.
Syaikh Abul Hasan Ali bin Bakran adalah seorang
mutashawwif yang besar, dan Syaikh Abu Muslim sangat
dihormati pada zamannya.
Syaikh Abul Fath bin Saliba adalah pengganti ayahnya yang
sangat diharapkan.
Syaikh Abu Thalib adalah seorang yang tergairahkan oleh
kata-kata Kebenaran.
Aku pernah bertemu mereka semua kecuali Syaikh agung Abu
Ishaq.
3. Quhistan, Adzarbayjan,
Tabaristan dan Kisy3
Syaikh Faraj,4 dikenal sebagai Akhi Zanjani,
adalah seorang yang mempunyai bakat istimewa dan doktrin
yang terpuji.
Syaikh Badr Al-Din adalah salah seorang besar dalam
mazhab ini, dan perbuatan baiknya banyak sekali.
Padsyah-i Taib sangat alim dalam mistikisme.
Syaikh Abu Abdallah Junaydi adalah seorang
mursyid (pembimbing ruhani) yang dihormati.
Syaikh Abu Thahir Maksyuf adalah salah satu tokoh yang
terkemuka pada zamannya.
Khwaja Husayn Simnan adalah seorang yang tenggelam dalam
perasaan rindunya kepada Tuhan dan penuh harapan.
Syaikh Sahlagi adalah salah satu tokoh Sufi yang miskin
(shaalik).
Ahmad, putra Syaikh Khurqani, pengganti utama
ayahnya.
Adib Kumandi adalah salah seorang pemimpin pada
zamannya.
4. Kirman
Khwaja Ali bin Husayn Al-Sirgani adalah ahli ibadah
pengelana (sayyah) pada zamannya dan membuat
perjalanan-perjalanan yang istimewa. Anaknya, Hakim,
dihormati.
Syaikh Muhammad bin Salama terbilang menonjol pada
zamannya. Sebelum dia, telah ada sejumlah wali Allah
terbilang menonjol yang tersembunyi (tidak dikenal umum),
dan masih dijumpai sejumlah pemuda yang penuh harapan.
5. Khurasan (Yang Kini Menjadi
Bayangan Rahmat Ilahi)
Syaikh dan Mujtahid Abul Abbas adalah jantung
keruhanian (sirr-i maani) dan memiliki
kehidupan yang saleh.
Khwaja Abu Jafar Muhammad bin Ali Al-Hawari,
salah seorang tokoh teosofis terkemuka dalam mazhab ini.
Khwaja Abu Jafar Tursyizi sangat dihormati.
Khwaja Mahmud dari Nisyapur diakui sebagai seorang
pewenang oleh orang-orang sezamannya. Dia sangat fasih
berbicara.
Syaikh Muhammad Masyuq mempunyai keadaan ruhani
yang patut dipuji dan memancarkan cinta.
Khwaja Rasyid Muzhaffar, putra Abu Said, diharapkan
akan menjadi teladan bagi semua Sufi dan rujukan kalbu-kalbu
mereka.
Khwaja Syaikh Ahmad Hammadi dari Sarakhs adalah unggulan
pada zamannya. Dia pernah bersamaku untuk beberapa waktu,
dan aku telah menyaksikan banyak pengalamannya yang
ajaib.
Syaikh Ahmad Najjar Samarqandi, yang tinggal di Merw,
adalah sultan pada zamannya.
Syaikh Abul Hasan Ali bin Abi Ali Al-Aswad
adalah pengganti utama ayahnya, dan istimewa dalam keluhuran
cita-citanya dan kebijakan akal-pikirannya.
Akan sulitlah untuk menyebutkan semua Syaikh di Khurasan.
Di daerah itu saja telah kujumpai tiga ratus orang yang
memiliki pembawaan mistis sedemikian rupa sehingga seorang
saja dari mereka akan mencukupi bagi seluruh dunia. Ini
disebabkan oleh fakta bahwa matahari cinta dan keberhasilan
jalan Sufi ada di Khurasan.
6. Transoxania
Khwaja dan Imam, yang dihormati oleh lapisan atas dan
bawah, Abu Jafar Muhammad bin Al-Husayn5
Al-Barami, adalah seorang ekstatik (mustami)
dan orang yang selalu tenggelam dalam kerinduannya kepada
Tuhan, yang mempunyai kasih sayang yang besar kepada para
pencari Tuhan.
Khwaja Abu Muhammad Banghari6 memiliki
kehidupan ruhani yang utama, dan tak kenal lelah dalam
beribadah.
Ahmad Ilaqi adalah Syaikh pada zamannya. Dia menyangkal
penampilan-penampilan lahiriah dan adat-kebiasaan (yang
tidak diperintahkan agama - penerjemah).
Khwaja arif, seorang tokoh yang tak tertandingi
pada zamannya. Ali bin Ishaq sangat dihormati dan
bicaranya fasih.
Aku mengenal semua Syaikh ini dan maqam masing-masing di
antara mereka. Mereka semua adalah ahli-ahli teosofi.
7. Ghazna
Abul Fadhl bin Al-Asadi, seorang pembimbing yang
disegani, memiliki bukti-bukti yang cemerlang dan
karamah-karamah yang nyata. Ia bagaikan sinar bernyala dari
api cinta. Kehidupan ruhaninya didasarkan pada
sembunyi-sembunyi (talbis).
Ismail Al-Syasyi adalah seorang pembimbing yang
sangat dihormati. Ia mengikuti jalan Celaan
(malamat).
Syaikh Salar-i Thabari, salah seorang ulama Sufi dan
mempunyai keadaan yang utama.
Syaikh Abu Abdallah Muhammad bin Al-Hakim, dikenal
sebagai Murid, adalah seorang yang mabuk Ilahi, dan tak
tertandingi oleh tokoh sezamannya yang sejalan dengannya.
Keadaan ruhaninya tak dapat diketahui kaum awam, namun
tanda-tanda dan bukti-bukti kewaliannya nampak nyata, dan
keadaannya lebih dikenal dalam persahabatan (shuhbat)
daripada dalam pertemuan sekilas (didar).
Syaikh Said bin Ahi Said Al-Ayyar
adalah seorang yang hafal (hafizh) hadis-hadis Rasul.
Dia mengenal banyak Syaikh dan ia seorang yang memiliki
keruhanian yang kuat dan sejumlah besar pengetahuan, namun
ia menempuh jalan sembunyi-sembunyi dan tidak memperlihatkan
wataknya yang sebenarnya.
Khwaja Abul Ala Abdur Rahman bin Ahmad
Al-Sughdi dimuliakan oleh semua Sufi, dan aku suka
kepadanya. Keadaan ruhaninya terpuji, dan dia mengenal
berbagai cabang ilmu pengetahuan.
Syaikh Awhad Qaswarat bin Muhammad Al-Jardizi memiliki
kasih sayang yang begitu besar kepada Sufi-sufi, dan setiap
orang di antara mereka ia hormati. Dia sempat menjumpai
banyak Syaikh.
Akibat dari kepercayaan yang kuat dari khalayak ramai dan
para ulama di Ghazna, aku punya harapan yang baik bahwa akan
muncul orang-orang yang akan kita percaya, dan orang-orang
celaka (paragandagan) yang dapat masuk kota ini dan
yang telah membuat sisi lahiriah tasawuf menjijikkan; akan
diusir keluar, sehingga Ghazna sekali lagi akan menjadi
tempat bersemayam wali-wali dan orang-orang
terhormat.
Catatan Kaki:
- IJ. Sudsi, B. Sundusi.
- Lihat Nafahat, No. 347, di mana dia disebut
Abul Husayn Saliba.
- B. Kumisy.
- Tertulis: [huruf Arab] atau [huruf
Arab] namun lihatlah Nafahat,No.171.
- JJ. Al-Hasan.
- Nisbah ini ditulis secara beragam
Banghari dan Bayghazi.
|