Kasyful Mahjub

Abul-Hasan 'Ali ibn 'Utsman ibn 'Ali Al-Ghazwani Al-Jullabi Al-Hujwiri

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

9. Ahl Al-Shuffah

Ketahuilah bahwa segenap kaum Muslim sepakat bahwa Rasulullah mempunyai sejumlah sahabat, yang tinggal di masjid beliau dan selalu beribadah, menafikan dunia dan menolak mencari nafkah. Tuhan berfirman kepada Rasul tentang mereka: “Janganlah diusir orang-orang yang menyeru Tuhan mereka pada waktu pagi dan petang, yang merindukan wajah-Nya” (QS 6:52). Keistimewaan-keistimewaan mereka dinyatakan oleh Kitabullah, dan dalam banyak hadis Rasulullah yang telah sampai kepada kita. Diriwayatkan oleh Ibn ‘Abbas bahwa Rasul melewati ahl al-shuffah dan melihat kefakiran serta kezuhudan mereka dan bersabda: “Berbahagialah! Bagi siapa saja dari umatku yang senantiasa bertabah hati dalam keadaan yang kalian alami, dan berpuas hati dengan keadaannya, dia akan menjadi salah seorang di antara sahabat-sahabatku di surga.” Di antara ahl al-shuffah1 ialah Bilal bin Rabah, Salman Al-Farisi, Abu ‘Ubaydah bin Al-Jarrah, Abul Yaqzhan ‘Ammar bin Yasir, ‘Abdallah bin Mas’ud Al-Hudzali, saudaranya ‘Utbah bin Mas’ud, Miqdad bin Al-Aswad, Khabbab bin Al-Aratt, Suhayb bin Sinan, ‘Utbah bin Ghazwan, Zayd bin Al-Khaththab, saudara dari Khalifah ‘Umar; Abu Kabsya, sahabat Rasulullah; Abul-Martsad Kinana bin Al-Husayn Al-’Adawi; Salim, sahabat Hudzayfah Al-Yamani; ‘Ukkasya bin Mihshan; Mas’ud bin Rabi’ Al-Farisi; Abu Dzarr Jundab bin Junadah Al-Ghifari; ‘Abdallah bin ‘Umar; Shafwan bin Baydah; Abu Darda ‘Uwaym bin ‘Amir; Abu Lubabah bin ‘Abdul Mundzir; dan ‘Abdallah bin Badr Al-Juhani.

Syaikh Abu ‘Abdur-Rahman Muhammad bin Al-Husayn As-Sulami,2 seorang periwayat tentang tasawuf dan ujaran-ujaran Syaikh-syaikh Sufi, telah menulis sejarah tersendiri tentang ahl al-shuffah, yang berisi nilai-nilai kebajikan, keistimewaan-keistimewaan, nama-nama, serta “nama-nama kehormatan” mereka. Di antara mereka adalah Misthah bin Utsatshah bin ‘Abbad, yang tidak kusukai karena dia pernah memfitnah ‘A’isyah, Ummul Mu’minin. Abu Hurayrah, dan Tsawban, Mu’adz bin Al-Harits, Sa’ib bin Khallad, Tsabit bin Wadi’at, Abu ‘Isa ‘Uwaym bin Sa’idah, Salim bin ‘Umayr bin Tsabit, Abul Yasar Ka’b bin ‘Amr, Wahb bin Ma’qal, ‘Abdallah bin Unays, dan Hajjaj m ‘Umar Al-Aslami tergolong ahl al-shuffah. Kadang-kadang mereka berpaling kepada beberapa sarana penghidupan (ta’alluq ba-sababi kardandi), namun mereka semua berada dalam satu dan derajat (kemuliaan) yang sama. Sesungguhnya, generasi para Sahabat adalah sebaik-baik generasi; dan mereka adalah sebaik-baik dan semulia-mulia anusia, karena Tuhan menganugerahi mereka persahabatan dengan Rasulullah dan menjaga hati mereka dari noda.•

Catatan Kaki:

  1. Saya telah mengoreksi beberapa nama-nama berikut, yang secara keliru ditulis di dalam teks Persia, dengan merujuk ke berbagai karya berbahasa Arab.
  2. Lihat Brockelmann, i, 200.

(sebelum, sesudah)


Kasyful Mahjub - Menyingkap Tabir
Risalah Persia tertua tentang tasawuf
 
oleh Abul-Hasan 'Ali ibn 'Utsman ibn 'Ali Al-Ghazwani Al-Jullabi Al-Hujwiri
diterjemahkan dari bahasa Inggris (The Kasf Al-Mahjub: The Oldest Persian Treatise on Sufism)
oleh Suwardjo Muthary dan Abdul Hadi W.M.
 
Penerbit Mizan, Khazanah Ilmu-ilmu Islam
Jln. Yodkali No. 16, Bandung 40124.
Telp. (022) 700931 - Fax. (022) 707038
Anggota IKAPI.
Design sampul: Gus Ballon.
Pelaksana: Biro Desain Mizan
 
Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team