|
|
9. Ahl Al-Shuffah
Ketahuilah bahwa segenap kaum Muslim sepakat bahwa
Rasulullah mempunyai sejumlah sahabat, yang tinggal di
masjid beliau dan selalu beribadah, menafikan dunia dan
menolak mencari nafkah. Tuhan berfirman kepada Rasul tentang
mereka: Janganlah diusir orang-orang yang menyeru
Tuhan mereka pada waktu pagi dan petang, yang merindukan
wajah-Nya (QS 6:52). Keistimewaan-keistimewaan
mereka dinyatakan oleh Kitabullah, dan dalam banyak hadis
Rasulullah yang telah sampai kepada kita. Diriwayatkan oleh
Ibn Abbas bahwa Rasul melewati ahl al-shuffah dan
melihat kefakiran serta kezuhudan mereka dan bersabda:
Berbahagialah! Bagi siapa saja dari umatku yang
senantiasa bertabah hati dalam keadaan yang kalian alami,
dan berpuas hati dengan keadaannya, dia akan menjadi salah
seorang di antara sahabat-sahabatku di surga. Di
antara ahl al-shuffah1 ialah Bilal bin Rabah,
Salman Al-Farisi, Abu Ubaydah bin Al-Jarrah, Abul
Yaqzhan Ammar bin Yasir, Abdallah bin
Masud Al-Hudzali, saudaranya Utbah bin
Masud, Miqdad bin Al-Aswad, Khabbab bin Al-Aratt,
Suhayb bin Sinan, Utbah bin Ghazwan, Zayd bin
Al-Khaththab, saudara dari Khalifah Umar; Abu Kabsya,
sahabat Rasulullah; Abul-Martsad Kinana bin Al-Husayn
Al-Adawi; Salim, sahabat Hudzayfah Al-Yamani;
Ukkasya bin Mihshan; Masud bin Rabi
Al-Farisi; Abu Dzarr Jundab bin Junadah Al-Ghifari;
Abdallah bin Umar; Shafwan bin Baydah; Abu Darda
Uwaym bin Amir; Abu Lubabah bin Abdul
Mundzir; dan Abdallah bin Badr Al-Juhani.
Syaikh Abu Abdur-Rahman Muhammad bin Al-Husayn
As-Sulami,2 seorang periwayat tentang tasawuf dan
ujaran-ujaran Syaikh-syaikh Sufi, telah menulis sejarah
tersendiri tentang ahl al-shuffah, yang berisi nilai-nilai
kebajikan, keistimewaan-keistimewaan, nama-nama, serta
nama-nama kehormatan mereka. Di antara mereka
adalah Misthah bin Utsatshah bin Abbad, yang tidak
kusukai karena dia pernah memfitnah Aisyah,
Ummul Muminin. Abu Hurayrah, dan Tsawban, Muadz
bin Al-Harits, Saib bin Khallad, Tsabit bin
Wadiat, Abu Isa Uwaym bin Saidah,
Salim bin Umayr bin Tsabit, Abul Yasar Kab bin
Amr, Wahb bin Maqal, Abdallah bin Unays,
dan Hajjaj m Umar Al-Aslami tergolong ahl al-shuffah.
Kadang-kadang mereka berpaling kepada beberapa sarana
penghidupan (taalluq ba-sababi kardandi), namun
mereka semua berada dalam satu dan derajat (kemuliaan) yang
sama. Sesungguhnya, generasi para Sahabat adalah sebaik-baik
generasi; dan mereka adalah sebaik-baik dan semulia-mulia
anusia, karena Tuhan menganugerahi mereka persahabatan
dengan Rasulullah dan menjaga hati mereka dari
noda.
Catatan Kaki:
- Saya telah mengoreksi beberapa nama-nama berikut,
yang secara keliru ditulis di dalam teks Persia, dengan
merujuk ke berbagai karya berbahasa Arab.
- Lihat Brockelmann, i, 200.
|