Kebebasan Wanita

oleh Abdul Halim Abu Syuqqah

Indeks Islam | Indeks Wanita | Indeks Artikel | Tentang Pengarang


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

13. Kemuliaan dari Allah untuk Aisyah r.a.

Aisyah r.a. berkata bahwa Nabi saw. berkata kepadanya: "Aku melihat dirimu dalam mimpi dua kali. Aku melihatmu berada dalam selembar kain sutera. Malaikat berkata 'Inilah istrimu.' Lalu aku singkapkan kain itu. Ternyata memang kamu yang berada di dalamnya. Lalu aku berkata: 'Kalau itu memang datang dari sisi Allah, maka pasti akan terlaksana.'" (HR Bukhari dan Muslim)305

Aisyah r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. berkata kepadanya: "Wahai Aisyah, ini Jibril mengucapkan salam kepadamu." Lalu Aisyah menjawabnya dengan mengatakan: "Wa 'alaihissalam warahmatullahi wabarakatuh." (HR Bukhari dan Muslim)306

Aisyah mengatakan bahwa Rasulullah saw. berkata: "Wahai Ummu Salamah ... demi Allah, sesungguhnya tidak pernah wahyu turun atasku ketika aku berada dalam selimut bersama salah seorang dari kalian selain dengannya (maksudnya Aisyah)." (HR Bukhari)307

Ammar bin Yasir berkata: "Demi Allah, dia (Aisyah) adalah istri Nabi kalian di dunia dan akhirat." (HR Bukhari)308

14. Kemuliaan dari Rasulullah saw. untuk Aisyah r.a.

Anas mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda: "Kelebihan Aisyah dari wanita-wanita lain adalah seperti kelebihan roti yang telah diberi kuah atas makanan-makananyang lain." (HR Bukhari dan Muslim)309

Aisyah berkata: "Rasulullah saw. bersabda kepada Fathimah: "Wahai anakku, bukankah kamu menyenangi apa yang aku senangi?" Fathimah menjawab: 'Tentu saja ayah.' Lalu Nabi saw. berkata: 'Maka senangilah wanita ini (maksudnya Aisyah).'" (HR Bukhari dan Muslim)310

Aisyah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah saw. bertanya ketika sakit yang membawa pada kematian beliau: "Di mana aku besok, di mana aku besok?" Yang beliau maksud adalah hari giliran Aisyah. Lalu istri-istri beliau memberi izin kepada beliau untuk tinggal di mana saja yang beliau inginkan. Ternyata beliau memilih rumah Aisyah sampai beliau meninggal dunia di samping Aisyah. Aisyah berkata: "Lalu beliau meninggal dunia tepat pada hari giliran beliau mendatangiku, yaitu di rumahku. Allah mencabut nyawa beliau pada saat kepala beliau berada di antara dada dan leherku (bersandar di atas dada Aisyah)." (HR Bukhari dan Muslim)311

15. Kemuliaan dari Para Sahabat untuk Aisyah r.a.

Aisyah r.a. mengatakan bahwa dia meminjam kalung dari Asma. Kemudian kalung itu hilang dan Rasulullah saw. mengirim beberapa orang sahabat beliau untuk mencarinya. Di tengah perjalanan waktu shalat tiba dan mereka mengerjakan shalat tanpa berwudhu terlebih dahulu. Ketika mereka datang kepada Nabi saw., maka mereka mengadukan hal itu kepada beliau. Akhirnya turunlah ayat yang memperbolehkan bertayamum.

Usaid bin Hudhair berkata (kepada Aisyah): "Semoga Allah membalasimu dengan kebaikan. Demi Allah, tidak satu pun perkara yang terjadi atas dirimu, kecuali Allah memberikan jalan keluarnya untukmu dan menjadikannya sebagai berkah bagi kaum muslimin." (HR Bukhari dan Muslim)312

Ibnu Abi Malikah berkata: "Ibnu Abbas minta izin kepadaAisyah sebelum dia meninggal dunia. Aku takut dikatakan orang sebagai sepupu Rasulullah saw. dan di antara orang-orang yang terpandang dari kalangan umat Islam." Aisyah berkata: "Izinkanlah dia masuk!" Ibnu Abbas bertanya: "Bagaimana yang kamu rasakan?" Aisyah menjawab: "Baik-baik saja selama aku masih bertakwa." Ibnu Abbas berkata: "Engkau akan baik-baik saja insya Allah, wahai istri Rasulullah saw. Beliau tidak pernah mengawini gadis perawan selain engkau dan alasan yang membersihkan dirimu turun dari langit."

Dalam satu riwayat313 disebutkan bahwa Ibnu Abbas berkata:

"Wahai Ummul Mukminin, kamu akan mendatangi orang-orang mulia yang lebih dahulu darimu, yaitu Rasulullah saw. dan Abu Bakar." (HR Bukhari)314

F. UMMU SALAMAH UMMUL MUKMININ

1. Ummu Salamah Hijrah ke Habasyah

Aisyah mengatakan bahwa Ummu Habibah dan Ummu Salamah menceritakan tentang sebuah gereja yang mereka lihat di Habasyah. Di dalam gereja itu terdapat gambar-gambar. Lalu mereka menceritakan hal tersebut kepada Nabi saw. Nabi saw. berkata: "Mereka itu, apabila ada salah seorang laki-laki saleh di antara mereka yang meninggal, mereka membangun sebuah tempat ibadah di atas kuburannya dan mereka membuat di dalamnya gambar-gambar seperti itu. Mereka itu adalah makhluk yang paling jelek di sisi Allah pada hari kiamat." (HR Bukhari)315

2. Rasulullah saw. Memuliakan Suami Ummu Salamah (Abu Salamah)

Ummu Salamah berkata: "Rasulullah saw. masuk ke rumah Abu Salamah, dan ternyata mata Abu Salamah masih terbuka. Lalu beliau menutupkannya. Kemudian beliau bersabda: 'Sesungguhnya apabila roh itu dicabut, mata akan mengikutinya.' Mendengar ucapan Rasulullah saw. itu anggota keluarga Abu Salamah menjerit-jerit. Maka Rasulullah saw. bersabda: 'Janganlah kalian mendoakan diri kalian kecuali dengan kebaikan. Karena malaikat mengamini apa yang kalian ucapkan.' Kemudian beliau mendoakan Abu Salamah seraya berkata: 'Ya Allah, ampunilah Abu Salamah. Angkatlah derajatnya di tengah orang-orang yang mendapatkan hidayah-Mu. Jadikanlah penggantinya pada keturunannya yang masih tinggal. Ampunilah kami dan dia, wahai Rabb sekalian alam. Lapangkanlah dia di dalam kuburnya dan terangilah dia di sana.'" (HR Muslim)316

3. Bersabar Demi Mematuhi Perintah Rasulullah saw.

Ummu Salamah berkata: "Tatkala Abu Salamah meninggal dunia, aku berkata: 'Dia orang asing dan mati di bumi perantauan.' Aku menangisinya sambil menyebut-nyebut kebaikannya. Aku benar-benar telah mempersiapkan diri untuk menangisinya. Ketika itu ada seorang wanita datang dari daerah Sha'id (kawasan dusun Madinah) ingin membahagiakanku dengan cara ikut menangis dan meratap. Rasulullah saw. menyambut kedatangannya dan berkata: 'Apakah engkau ingin memasukkan setan ke dalam rumah yang darinya setan telah diusir oleh Allah?' Beliau mengucapkan kalimat itu dua kali. Maka aku pun berhenti dan tidak menangis lagi" (HR Muslim)317

4. Kesetiaan Ummu Salamah kepada Suaminya (Abu Salamah)

Ummu Salamah berkata: "Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: 'Setiap muslim yang terkena musibah, lalu dia mengucapkan apa yang diperintahkan Allah kepadanya:

"Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kami pasti kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah aku pahalanya dalam musibahku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya," pasti Allah akan memberinya ganti yang lebih baik daripadanya.' Ummu Salamah berkata: 'Ketika Abu Salamah meninggal, aku berkata sendiri: "Siapakah di antara orang Islam yang lebih baik daripada Abu Salamah? Dia adalah Ahlul Bait pertama yang hijrah kepada Rasulullah saw."' Kemudian aku mengucapkan kalimat-kalimat yang diajarkan Nabi saw. tersebut. Ternyata Allah memberiku Rasulullah saw. sebagai penggantinya." (HR Muslim)318

5. Perkawinan Ummu Salamah dengan Rasulullah saw.

Ummu Salamah berkata bahwa Rasulullah saw. mengutus Hathib bin Abi Balta'ah untuk melamarku. Aku berkata: "Aku mempunyai seorang anak perempuan dan aku adalah seorang wanita pencemburu." Lalu Rasulullah saw. berkata: "Ada pun anak perempuannya itu akan aku doakan kepada Allah agar tidak terlalu tergantung kepadanya, dan aku akan berdoa kepada Allah agar berkenan menghilangkan sifat cemburu itu." (HR Muslim)319

Ummu Salamah mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah saw., ketika menikahi Ummu Salamah, tinggal di sisinya selama tiga hari. Beliau berkata: "Kamu tidak usah merasa rikuh terhadap keluargamu. Ambillah hakmu secara penuh. Kalau kamu mau aku akan tinggal bersamamu selama tujuh hari. Dan jika itu yang kamu mau, maka aku pun harus berbuat yang sama terhadap istri-istriku yang lain. Dan jika kamu menginginkan tiga hari, aku akan tinggal bersamamu tiga hari." Kemudian aku berpaling, dan berkata: "Tiga hari saja." (HR Muslim)320

6. Kepedulian Ummu Salamah terhadap Masalah Umum dan Keseriusannya dalam Mendengarkan Pidato Pemimpin Islam

Ummu Salamah, istri Nabi saw., mengatakan bahwa Nabi saw. berkata: "Aku pernah mendengar beberapa orang menyebut-nyebut masalah telaga, padahal aku sendiri belum pernah mendengar hal tersebut dari Rasulullah saw. Pada suatu hari ketika seorang pelayan perempuan menyisir rambutku, aku dengar Rasulullah saw. berkhotbah dari atas mimbar: 'Wahai sekalian manusia.' Mendengar itu aku berkata kepada pelayanku: 'Tinggalkan aku dulu!' Pelayanku menjawab: 'Beliau hanya memanggil kaum laki-laki dan membiarkan kaum wanita.' Aku berkata: 'Aku pun termasuk manusia.' Kemudian Rasulullah saw. bersabda: 'Aku mendahului kalian berada di telaga itu, datangilah aku, janganlah salah seorang di antara kalian datang, lalu dijauhkan dari aku seperti menjauhnya seekor unta yang sesat sehingga aku bertanya: 'Mengapa dia?' Kemudian dikatakan: 'Sesungguhnya kamu tidak tahu apa yang mereka kerjakan sepeninggalmu.' Aku berkata: 'Menjauhlah kalian.'" (HR Muslim)321

Usamah bin Zaid mengatakan bahwa sesungguhnya Jibril a.s. datang kepada Nabi saw. yang ketika itu berada di samping Ummu Salamah. Setelah berbincang-bincang dengan Nabi saw., Jibril pun berdiri dan pergi. Setelah itu Nabi saw. bertanya kepada Ummu Salamah: "Siapakah orang itu?" Ummu Salamah menjawab: "Dia adalah Dihyah." Selanjutnya Ummu Salamah berkata: "Demi Allah, aku tidak mengiranya selain Dihyah, sampai aku mendengar khotbah Rasulullah saw. yang menceritakan bahwa orang itu adalah Jibril." (HR Bukhari dan Muslim)322

Demikianlah uraian singkat yang berkaitan dengan riwayat Ummu Salamah. Aisyah telah menjelaskan apa yang diperbincangkan Jibril dengan Nabi saw. ketika itu sebagaimana yang kemudian beliau jelaskan dalam khotbahnya. Aisyah berkata: "Jibril datang kepada Nabi saw. --peristiwa ini terjadi sekembalinya Nabi saw. dari Perang Ahzab-- lalu berkata: 'Engkau sudah meletakkan senjata? Demi Allah, kita belum boleh meletakkannya. Sekarang pergilah kepada mereka!' Nabi saw. bertanya: 'Kemana?' Jibril menjawab: 'Ini, ke situ.' Jibril menunjuk ke arah Bani Quraizhah."323

7. Keberanian Ummu Salamah

Umar ibnul Khattab mengatakan bahwa dia masuk menemui Hafshah, lalu berkata: "Wahai putriku, engkau telah membuat ulah terhadap Rasulullah saw. sehingga beliau murung seharian." Hafshah berkata: "Demi Allah, kami memang telah membuat ulah terhadap beliau." Lalu aku berkata: "Bukankah kamu sudah tahu bahwa aku sudah pernah memperingatkanmu dari siksa Allah dan murka Rasulullah saw.?" Kemudian Umar berkata: "Setelah itu aku keluar dan pergi menemui Ummu Salamah karena dia masih mempunyai hubungan keluarga denganku. Setelah masalah itu aku ceritakan kepadanya, dia berkata: 'Sungguh aneh kamu ini, wahai putra al-Khattab! Kamu ingin mencampuri segala sesuatunya, sampai-sampai kamu ingin mencampuri masalah keluarga Rasulullah saw. dengan para istri beliau.' Demi Allah, hatiku benar-benar terketok oleh ucapan Ummu Salamah itu, dan akhirnya aku keluar meninggalkannya ..." (HR Bukhari dan Muslim)324

8. Ummu Salamah Penuh Perhatian terhadap Anak-anaknya

Ummu Salamah berkata: "Aku bertanya kepada Rasulullah saw.: 'Wahai Rasulullah, apakah aku akan memperoleh pahala seandainya aku memberi nafkah kepada Bani Abu Salamah, padahal aku bukanlah orang yang mewarisi mereka sekian dan sekian, sebab mereka itu sendiri adalah keturunanku (anak-anakku)?'" Rasulullah saw. menjawab: "Tentu, kamu mendapat pahala dari apa yang kamu nafkahkah kepada mereka." (HR Bukhari dan Muslim)325

9. Ummu Salamah Memiliki Akal Cerdas dan Saran yang Bermanfaat

Miswar bin Makhramah dan Marwan berkata: "Rasulullah saw. keluar pada waktu peristiwa Hudaibiyah ... Setelah mengurus masalah naskah perjanjian (damai dengan orang Quraisy) Rasulullah saw. berkata kepada para sahabatnya: 'Bangkitlah kalian untuk menyembelih kurban, kemudian bercukurlah.' Miswar berkata: 'Demi Allah, ternyata seruan Rasulullah saw. itu tidak diperhatikan oleh seorang pun dari mereka, kendatipun beliau sudah mengulang-ulang seruannya itu sampai tiga kali.' Dengan perasaan kesal, Rasulullah saw. menemui istrinya, Ummu Salamah, untuk menceritakan masalah tersebut. Dengan sabar Ummu Salamah mengatakan: 'Wahai Nabiyallah, maukah engkau menerima saranku? Sebaiknya engkau keluar sendirian tanpa perlu berbicara sepatah kata pun kepada seorang pun dari mereka. Engkau sembelih sendiri hewan kurbanmu, kemudian panggillah tukang cukur untuk mencukur rambutmu.' (Saran itu dituruti oleh Rasulullah saw.). Beliau keluar tanpa berbicara sepatah kata pun dengan salah seorang dari mereka, sampai beliau melakukan apa yang disarankan Ummu Salamah. Beliau menyembelih hewan kurbannya, lalu memanggil tukang cukur untuk mencukur rambutnya. Melihat Rasulullah saw. melakukan yang demikian, akhirnya para sahabat bergegas bangkit untuk menyembelih hewan kurbannya, kemudian mereka mencukur rambut satu sama lainnya ..." (HR Bukhari)326

10. Ummu Salamah Meriwayatkan Hadits

Ummu Salamah r.a. memberitahu bahwa Nabi saw. bersumpah untuk tidak berkumpul dengan sebagian istrinya selama satu bulan. Setelah berjalan dua puluh sembilan hari, beliau datang atau pergi menemui istri-istrinya tersebut. Lantas beliau ditanya seseorang: "Wahai Nabiyallah, engkau telah bersumpah untuk tidak berkumpul dengan mereka selama satu bulan." Beliau menjawab: "Sesungguhnya satu bulan itu ada yang dua puluh sembilan hari." (HR Bukhari dan Muslim)327

Abu Bakar bin Abdurrahman mengatakan bahwa Marwan menyuruhnya menemui Ummu Salamah r.a., untuk menanyakan masalah seorang laki-laki yang pada pagi hari bulan Ramadhan masih dalam keadaan junub: apakah dia boleh berpuasa? Ummu Salamah berkata bahwa Rasulullah saw. pernah sampai pagi hari bulan Ramadhan dalam keadaan junub karena bersetubuh, dan bukan karena mimpi, lalu beliau tidak berbuka dan juga tidak mengqadha (mengganti) puasanya itu. (HR Muslim)328

Ummu Salamah mengatakan bahwa ada seorang perempuan datang menemui Rasulullah saw., lalu berkata: "Wahai Rasulullah, putriku baru saja ditinggal mati oleh suaminya, dan kini dia sakit mata. Apakah aku boleh memberinya celak?', Rasulullah saw. menjawab: "Tidak (dua atau tiga kali)." Setelah itu beliau bersabda: "Dia harus berkabung selama empat bulan sepuluh hari, dan kalian tidak perlu meniru kebiasaan wanita jahiliah yang suka memperlama masa 'iddah dan dilempar dengan kotoran unta pada perputaran awal tahun (pada zaman jahiliah, seorang wanita yang ditinggal mati oleh suaminya biasanya ditempatkan di rumah kecil dan jelek, memakai pakaian yang paling jelek, serta tidak boleh memakai wewangian. Setelah lewat satu tahun, dicarilah seekor burung, lalu diusapkan ke kulit wanita itu. Jarang sekali burung yang tidak mati setelah menyentuh kulit wanita seperti itu. Setelah itu baru wanita itu dikeluarkan dari rumah tadi, kemudian dia dilempari dengan kotoran hewan dari belakang. Setelah itu barulah dia boleh memakai wewangian)." (HR Bukhari dan Muslim)329

Ummu Salamah mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Bakal muncul para pemimpin yang sebagian perbuatannya kamu sukai dan sebagiannya lagi kamu benci. Barangsiapa mengetahui keburukan mereka, dia akan bebas (dari dosa) dan barangsiapa mengingkari keburukan mereka maka dia akan selamat. Tetapi, barangsiapa rela dan mengikutinya, maka dia tidak selamat." Para sahabat bertanya: "Apakah kami boleh memerangi mereka?" Rasulullah saw. menjawab: "Tidak boleh, selama mereka masih melaksanakan shalat." (HR Muslim)330

Ummu Salamah, istri Nabi saw., mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Orang yang minum dengan menggunakan wadah yang terbuat dari perak, berarti dia menggelegakkan dalam perutnya api neraka Jahannam." (HR Bukhari dan Muslim)331

Ummu Salamah r.a., berkata: "Nabi saw. masuk ke tempatku. Ketika itu di sampingku ada seorang banci. Lalu aku dengar dia berkata kepada Abdullah bin Abi Umayyah: "Wahai Abdullah, jika Allah kelak menaklukkan kota Tha'if untuk kamu, maka carilah putri Ghilan, karena dia bertubuh gemuk." Lalu Nabi saw. bersabda: "Dia (banci itu) jangan sampai masuk ke tempat kalian." (HR Bukhari dan Muslim)332

Ummu.Salamah r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. melihat di rumahnya seorang pelayan perempuan yang wajahnya merah kehitam-hitaman. Beliau bersabda: "Jampilah wanita itu sebab dia terkena ketajaman mata orang yang hasad (iri)." (HR Muslim)333

Ubaidillah bin al-Qibthiyyah berkata: "Al-Harits bin Abi Rabi'ah, Abdullah bin Shaiwan, dan aku ikut bersama mereka berdua menemui Ummu Salamah. Mereka bertanya kepada Ummu Salamah mengenai tentara yang dibenamkan ke bumi, dan hal itu terjadi pada masa Ibnu Zubair." Ummu Salamah menjawab: "Rasulullah saw. pernah bersabda: 'Ada orang yang berlindung di Baitullah, kemudian sepasukan tentara dikirim untuk menangkapnya. Ketika tentara itu sampai di suatu tanah kosong, mereka dibenamkan.'" Lalu aku bertanya: "Wahai Rasulullah, bagaimana dengan orang yang tidak suka atas perbuatan mereka?" Beliau menjawab: "Ikut dibenamkan bersama mereka, tetapi dia akan dibangkitkan pada hari kiamat sesuai dengan niatnya."

Abu Ja'far berkata: "Tanah kosong itu adalah tanah kosong Madinah (terletak antara Madinah dan Mekah, sebelum Dzul Hulaifah)." (HR Muslim)334

Ummu Salamah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda kepada Ammar: "Kamu akan dibunuh oleh kelompok pemberontak" (HR Muslim)335

(sebelum, sesudah)


Kebebasan Wanita (Tahrirul-Ma'rah fi 'Ashrir-Risalah)
Abdul Halim Abu Syuqqah
Penerjemah: Drs. As'ad Yasin
Juni 1998
Penerbit Gema Insani Press
Jln. Kalibata Utara II No.84 Jakarta 12740
Telp. (021) 7984391-7984392-7988593
Fax. (021) 7984388

Indeks Islam | Indeks Wanita | Indeks Artikel | Tentang Pengarang
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team

="../../../index.html">MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team