|
|
Mukadimah:
Pasrah kepada Allah,
Nafsu Diri, Niat,
Hijab: Jawaban
Terinci, Pertolongan
Tuhan, Pertanyaan,
Jawaban, Maqam
1. Pentingnya Ilmu:
Dua Macam Pengetahuan,
Pengetahuan tentang
Kebenaran, Aliran Sesat,
Pernyataan Para Sufi tentang
Pengetahuan
2. Tentang Kefakiran:
Antara Kekayaan dan
Kemiskinan, Pendapat Para
Sufi Tentang Kemiskinan
3. Tentang Tasawuf:
Shufi,
Mutashawwif, dan Mustashwif,
Tasawuf di Mata Para
Sufi, Aturan-aturan
Perilaku (Mu'amalat)
4. Lambang Kefakiran:
Tentang Jahitan dan
Tambahan, Makna Jubah Warna
Biru dan Upacara Pengenaan Jubah.
5. Antara Kefakiran dan
Kesucian
6. Tentang Pencelaan:
Jenis Celaan, Hikmah
di Balik Celaan.
7. Para Sahabat Nabi SAW. yang
Menjadi Imam: Khalifah
Abu Bakar, Khalifah
Umar bin Al-Khaththab, Khalifah
Utsman bin Affan, Khalifah
Ali bin Abi Thalib.
8. Para Imam dari Ahlu-Bayt Nabi
SAW.: Hasan bin
Ali, Husayn bin
Ali, Ali bin Husayn
bin Ali (Bergelar Zayn Al-Abidin), Jafar
Muhammad bin Ali bin Husayn Al-Baqir, Abu
Muhammad Jafar bin Muhammad Shadiq.
9. Ahl Al-Shuffah
10. Para Imam dari Kalangan
Tabi'in: Uways
Al-Qarani, Harim bin
Hayyan, Hasan Al-Bashri,
Said bin
Al-Musayyib.
11. Para Imam dari Generasi
Sesudah Tabi'in: 1. Habib
Al-Ajami, 2. Malik
bin Dinar, 3. Abu Halim
Habib bin Salim Al-Rai, 4. Abu
Hazim Al-Madani, 5. Muhammad
bin Wasi, 6. Abu
Hanifah Numan bin Tsabit Al-Kharraz, 7. Abdallah
bin Mubarak Al-Marwazi, 8. Abu
Ali Al-Fudhayl bin Iyad, 9. Abul
Fayd Dzun Nun bin Ibrahim Al-Mishri, 10. Abu
Ishaq Ibrahim bin Adham bin Manshur, 11. Bisyr
bin Al-Harits Al-Hafi, 12. Abu
Yazid Tayfur bin Isa Al-Bisthami, 13. Abu
Abdallah Al-Harits bin Asad Al-Muhasibi, 14.
Abu Sulayman Dawud bin
Nushayr Al-Thai, 15. Abul
Hasan Sari bin Mughallis Al-Saqathi, 16. Abu
Ali Syaqiq bin Ibrahim Al-Azdi, 17. Abu
Sulayman Abdur Rahman bin Atiyyah Ad-Darani,
18. Abu Mahfuzh Maruf
bin Firuz Al-Karkhi, 19. Abu
Abdur Rahman Hatim bin Ulwan Al-Ashamm, 20.
Abu Abdallah
Muhammad bin Idris Al-Syafii, 21. Imam
Ahmad bin Hanbal, 22. Abul
Hasan Ahmad bin Abil Hawari, 23. Abu
Hamid Ahmad bin Khadruyah Al-Balkhi, 24. Abu
Turab Askar bin Al-Husayn Al-Nakhsyabi Al-Nasafi,
25. Abu Zakariyya Yahya
bin Muadz Al-Razi, 26. Abu
Hafsh Amr bin Salim Al-Nisyapuri Al-Haddadi, 27.
Abu Shaleh Hamdun bin
Ahmad bin Umara Al-Qashshar, 28. Abul
Sari Manshur bin Ammar, 29. Abu
Abdallah Ahmad bin Ashim Al-Anthaki, 30.
Abu Muhammad
Abdallah bin Khubayq, 31. Abul
Qasim Al-Junayd bin Muhammad bin Al-Junayd Al-Baghdadi,
32. Abul Hasan Ahmad
bin Muhammad Al-Nuri, 33. Abu
Utsman Said bin Ismail Al-Hiri, 34.
Abu Abdallah
Ahmad bin Yahya Al-Jalla, 35. Abu
Muhammad Ruwaym bin Ahmad, 36. Abu
Yaqub Yusuf bin Al-Husayn Al-Razi, 37. Abul
Hasan Sumnun bin Abdallah Al-Khawwash, 38.
Abul Fawaris Syah
Syuja Al-Kirmani, 39. Amr
bin Utsman Al-Makki, 40. Abu
Muhammad Sahl bin Abdallah Al-Tustari, 41.
Abu Muhammad
Abdallah Muhammad bin Al-Fadhl Al-Balkhi, 42.
Abu Abdallah i
Muhammad bin Ali Al-Tirmidzi, 43. Abu
Bakr Muhammad bin Umar Al-Warraq, 44. Abu
Said Ahmad bin Isa Al-Kharraz, 45. Abul
Hasan Ali bin Muhammad Al-Ishfahani, 46. Abul
Hasan Muhammad bin Ismail Khayr Al-Nassaj, 47.
Abu Hamzah
Al-Khurasani, 48. Abul
Abbas Ahmad bin Masruq, 49. Abu
Abdallah Muhammad bin Ismail Al-Maghribi,
50. Abu Ali
Al-Hasan bin Ali Al-Juzajani, 51. Abu
Muhammad Ahmad bin Al-Husayn Al-Jurayri, 52. Abul
Abbas Ahmad bin Muhammad bin Sahl Al-Amuli, 53.
Abul Mughits Al-Husayn
bin Manshur Al-Hallaj, 54. Abu
Ishaq Ibrahim bin Ahmad Al-Khawwash, 55. Abu
Hamzah Al-Baghdadi Al-Bazzaz, 56. Abu
Bakr Muhammad bin Musa Al-Wasithi, 57. Abu
Bakr bin Dulaf bin Jahdar Al-Syibli, 58. Abu
Muhammad Jafar bin Nushayr Al-Khuldi, 59.
Abu Ali Muhammad
bin Al-Qasim Al-Rudbari, 60. Abul
Abbas Qasim bin Al-Mahdi As-Sayyari, 61. Abu
Abdallah Muhammad bin Khafif, 62. Abu
Utsman Said bin Sallam Al-Maghribi, 63.
Abul Qasim Ibrahim bin
Muhammad bin Mahmud Al-Nashrabadi, 64. Abul
Hasan Ali bin Ibrahim Al-Hushri.
12. Sufi-Sufi Terkemuka Pada
Masa Mutaakhir: 1. Abul
Abbas Ahmad bin Muhammad Al-Qashshab, 2. Abu
Ali Hasan bin Muhammad Al-Daqqaq, 3. Abul
Hasan bin Ahmad Al-Khurqani, 4. Abu
Abdallah Muhammad bin Ali, yang Lazim
Dikenal sebagai Al-Dastani, 5. Abu
Said Fadhlallah bin Muhammad Al-Mayhani, 6.
Abul Fadhl Muhammad bin
Al-Hasan Al-Khuttali, 7. Abul
Qasim Abdul Karim bin Hawazin Al-Qusyayri, 8. Abul
Abbas Ahmad bin Muhammad Al-Asyqani, 9. Abul
Qasim bin Ali bin Abdallah Al-Gurgani, 10.
Abu Ahmad
Al-Muzhaffar bin Ahmad bin Hamdan.
13. Tentang Para Sufi
Mutaakhir di Pelbagai Negeri: 1. Suriah
dan Irak, 2. Fars, 3.
Quhistan, Adzarbayjan,
Tabaristan dan Kisy; 4. Kirman,
5. Khurasan (Yang Kini
Menjadi Bayangan Rahmat Ilahi), 6. Transoxania,
7. Ghazna.
14. Doktrin-Doktrin Pelbagai
Mazhab Sufi: 1. Muhasibiyah:
Sifat Sejati Ridha dan
Keterangan tentang Doktrin Ini, Perbedaan
antara Keadaan (Hal) dan
Kedudukan (Maqam); 2. Qashshariyah;
3. Thayfuriyah:
Kemabukan dan
Ketidakmabukan; 4. Junaydiyah;
5. Nuriyah:
Pengutamaan Kepentingan
Sahabat (Itsar); 6. Sahliyah:
Sifat Hakiki Jiwa Rendah
(Nafs) dan Pengertian tentang Keinginan Rendah
(Hawa), Lebih
Jauh tentang Jiwa Rendah, Mujahadat
Melawan Jiwa Rendah, Sifat
Hakiki Hawa Nafsu (Hawa); 7. Hakimiyah:
Kewalian
(Wilayat), Lebih
Jauh tentang Wali, Pendapat
Para Sufi tentang Wali, Karamah,
Perbedaan antara Mukjizat
dan Karamah, Keajaiban
Mukjizati yang Dilakukan Mereka yang Menuhankan Diri,
Keajaiban-keajaiban
Para Sufi, Keunggulan
Para Nabi di atas Para Wali, Keunggulan
Nabi dan Wali atas Malaikat; 8. Kharraziyah:
Baka dan Fana, Hakikat
Fana dan Baka; 9. Khafifiyah:
Ketidakhadiran dan
Kehadiran; 10. Sayyariyah:
Perpaduan dan
Pemisahan; 11. Hululiyah:
Ruh.
15. Menyingkap Tabir Pertama:
Makrifat Allah: Makna
makrifat, makrifat
menurut Para Guru Sufi.
16. Menyingkap Tabir Kedua:
Tauhid: Tauhid di Mata
Para Guru Sufi.
17. Menyingkap Tabir Ketiga:
Iman: Prinsip dan
Cabang Iman.
18. Menyingkap Tabir Keempat:
Penyucian dari Noda: Prinsip
Bertobat dan Akibat-akibatnya, Dosa
dan Jenis Tobat.
19. Menyingkap Tabir Kelima:
Shalat: Shalat adalah
Miraj, Cinta dan
Masalah-masalahnya, Macam
Cinta, Doktrin Khas
tentang Cinta, Cinta
Membara (Isyq), Watak
Cinta.
20. Menyingkap Tabir Keenam:
Zakat: Kemurahan dan
Kedermawanan.
21. Menyingkap Tabir Ketujuh:
Puasa: Lapar dan Segala
yang Berhubungan dengannya.
22. Menyingkap Tabir Kedelapan:
Haji: Musyahadat.
23. Menyingkap Tabir
Kesembilan: Persahabatan, Aturan, dan Prinsip Para
Sufi: Persahabatan
dan Pelbagai Masalahnya, Aturan-aturan
Persahabatan, Makna
Budaya (Adab), Aturan-aturan
Persahabatan yang Mengikat Orang-orang yang Menetap,
Aturan-aturan
Mereka dalam Perjalanan, Aturan-aturan
Mereka dalam Makan, Aturan-aturan
Mereka dalam Berjalan, Aturan-aturan
Mereka tentang Tidur dalam Perjalanan dan di Rumah,
Aturan-aturan
Mereka dalam Berbicara dan Diam, Aturan-aturan
Mereka dalam Meminta, Aturan-aturan
Mereka dalam Perkawinan dan Hidup Tanpa Kawin dan
Masalah-masalah yang Berkaitan dengannya.
24. Menyingkap Tabir Kesepuluh:
Istilah dan Gagasan Penting Para Sufi: Hal
dan Waqt, Maqam
dan Tamkin, dan Perbedaan Keduanya, Muhadharat
dan Mukasyafat, dan Perbedaan Keduanya, Qabdh
dan Basth, dan Perbedaan Keduanya, Uns
dan Haybat, dan Perbedaan Keduanya, Qahr
dan Luthf, dan Perbedaan Keduanya, Nafy
dan Itsbat, dan Perbedaan Keduanya, Musamarat
dan Muhadatsat, dan Perbedaan Keduanya, Ilm
al-yaqin dan ayn al-yaqin dan Haqq
al-yaqin, dan Perbedaan Ketiganya, Ilm
dan Marifat, dan Perbedaan Keduanya,
Syariat dan
Haqiqat, dan Perbedaan Keduanya.
25. Menyingkap Tabir
Kesebelas: Mendengar (Sama'): Mendengarkan
Al-Quran dan Masalah-masalah yang Berkaitan dengannya,
Mendengarkan
Puisi, dan lain-lain, Mendengarkan
Suara-suara dan Melodi-melodi, Prinsip-prinsip
Mendengar, Makna
Mendengarkan, Berbagai
Pendapat tentang Mendengar, Berbagai
Peringkat Sufi dalam Mendengar, Tiga
Derajat dalam Mendengar, Pelarangan
Sama, Wajd,
Wujud, dan Tawajud, Menari
dan Sebagainya, Menyobek
Pakaian (fi al-kharq), Aturan-aturan
tentang Sama.
Artikel dan Komentar Pembaca: Lukman
Hakim Rohim, A.R.
Idham Kholid, Skripsi
Muhammad Faiz bin Jamil,
|