|
|
Mukadimah
1. Pentingnya
Ilmu
2. Tentang
Kefakiran
3. Tentang
Tasawuf
4. Lambang
Kefakiran
5. Antara
Kefakiran dan Kesucian
6. Tentang
Pencelaan
7. Para
Sahabat Nabi SAW. yang Menjadi
Imam
8. Para
Imam dari Ahlu-Bayt Nabi
SAW.
9. Ahl
Al-Shuffah
10. Para
Imam dari Kalangan
Tabi'in
11. Para
Imam dari Generasi Sesudah
Tabi'in
|
|
1. Habib
Al-Ajami, 2.
Malik
bin Dinar, 3.
Abu
Halim Habib bin Salim
Al-Rai, 4.
Abu
Hazim Al-Madani, 5.
Muhammad
bin Wasi, 6.
Abu
Hanifah Numan bin Tsabit
Al-Kharraz, 7.
Abdallah
bin Mubarak Al-Marwazi,
8. Abu
Ali Al-Fudhayl bin
Iyad, 9.
Abul
Fayd Dzun Nun bin Ibrahim
Al-Mishri, 10.
Abu
Ishaq Ibrahim bin Adham bin
Manshur, 11.
Bisyr
bin Al-Harits Al-Hafi,
12. Abu
Yazid Tayfur bin Isa
Al-Bisthami, 13.
Abu
Abdallah Al-Harits bin Asad
Al-Muhasibi, 14.
Abu
Sulayman Dawud bin Nushayr
Al-Thai, 15.
Abul
Hasan Sari bin Mughallis
Al-Saqathi, 16.
Abu
Ali Syaqiq bin Ibrahim
Al-Azdi, 17.
Abu
Sulayman Abdur Rahman bin Atiyyah
Ad-Darani, 18.
Abu
Mahfuzh Maruf bin Firuz
Al-Karkhi, 19.
Abu
Abdur Rahman Hatim bin Ulwan
Al-Ashamm, 20.
Abu
Abdallah Muhammad bin Idris
Al-Syafii, 21.
Imam
Ahmad bin Hanbal, 22.
Abul
Hasan Ahmad bin Abil
Hawari, 23.
Abu
Hamid Ahmad bin Khadruyah
Al-Balkhi, 24.
Abu
Turab Askar bin Al-Husayn Al-Nakhsyabi
Al-Nasafi, 25.
Abu
Zakariyya Yahya bin Muadz
Al-Razi, 26.
Abu
Hafsh Amr bin Salim Al-Nisyapuri
Al-Haddadi, 27.
Abu
Shaleh Hamdun bin Ahmad bin Umara
Al-Qashshar, 28.
Abul
Sari Manshur bin
Ammar, 29.
Abu
Abdallah Ahmad bin Ashim
Al-Anthaki, 30.
Abu
Muhammad Abdallah bin
Khubayq, 31.
Abul
Qasim Al-Junayd bin Muhammad bin Al-Junayd
Al-Baghdadi, 32.
Abul
Hasan Ahmad bin Muhammad
Al-Nuri, 33.
Abu
Utsman Said bin Ismail
Al-Hiri, 34.
Abu
Abdallah Ahmad bin Yahya
Al-Jalla, 35.
Abu
Muhammad Ruwaym bin
Ahmad, 36.
Abu
Yaqub Yusuf bin Al-Husayn
Al-Razi, 37.
Abul
Hasan Sumnun bin Abdallah
Al-Khawwash, 38.
Abul
Fawaris Syah Syuja
Al-Kirmani, 39.
Amr
bin Utsman
Al-Makki, 40.
Abu
Muhammad Sahl bin Abdallah
Al-Tustari, 41.
Abu
Muhammad Abdallah Muhammad bin Al-Fadhl
Al-Balkhi, 42.
Abu
Abdallah i Muhammad bin Ali
Al-Tirmidzi, 43.
Abu
Bakr Muhammad bin Umar
Al-Warraq, 44.
Abu
Said Ahmad bin Isa
Al-Kharraz, 45.
Abul
Hasan Ali bin Muhammad
Al-Ishfahani, 46.
Abul
Hasan Muhammad bin Ismail Khayr
Al-Nassaj, 47.
Abu
Hamzah Al-Khurasani, 48.
Abul
Abbas Ahmad bin
Masruq, 49.
Abu
Abdallah Muhammad bin Ismail
Al-Maghribi, 50.
Abu
Ali Al-Hasan bin Ali
Al-Juzajani, 51.
Abu
Muhammad Ahmad bin Al-Husayn
Al-Jurayri, 52.
Abul
Abbas Ahmad bin Muhammad bin Sahl
Al-Amuli, 53.
Abul
Mughits Al-Husayn bin Manshur
Al-Hallaj, 54.
Abu
Ishaq Ibrahim bin Ahmad
Al-Khawwash, 55.
Abu
Hamzah Al-Baghdadi
Al-Bazzaz, 56.
Abu
Bakr Muhammad bin Musa
Al-Wasithi, 57.
Abu
Bakr bin Dulaf bin Jahdar
Al-Syibli, 58.
Abu
Muhammad Jafar bin Nushayr
Al-Khuldi, 59.
Abu
Ali Muhammad bin Al-Qasim
Al-Rudbari, 60.
Abul
Abbas Qasim bin Al-Mahdi
As-Sayyari, 61.
Abu
Abdallah Muhammad bin
Khafif, 62.
Abu
Utsman Said bin Sallam
Al-Maghribi, 63.
Abul
Qasim Ibrahim bin Muhammad bin Mahmud
Al-Nashrabadi, 64.
Abul
Hasan Ali bin Ibrahim
Al-Hushri.
|
12. Sufi-Sufi
Terkemuka Pada Masa
Mutaakhir
13. Tentang
Para Sufi Mutaakhir di Pelbagai
Negeri
14. Doktrin-Doktrin
Pelbagai Mazhab
Sufi
|
|
1. Muhasibiyah:
Sifat
Sejati Ridha dan Keterangan tentang Doktrin
Ini, Perbedaan
antara Keadaan (Hal) dan
Kedudukan
(Maqam); 2.
Qashshariyah;
3. Thayfuriyah:
Kemabukan
dan Ketidakmabukan; 4.
Junaydiyah;
5. Nuriyah:
Pengutamaan
Kepentingan Sahabat
(Itsar); 6.
Sahliyah:
Sifat
Hakiki Jiwa Rendah (Nafs) dan Pengertian
tentang Keinginan Rendah
(Hawa),
Lebih
Jauh tentang Jiwa
Rendah, Mujahadat
Melawan Jiwa Rendah,
Sifat
Hakiki Hawa Nafsu
(Hawa); 7.
Hakimiyah:
Kewalian
(Wilayat),
Lebih
Jauh tentang Wali,
Pendapat
Para Sufi tentang Wali,
Karamah,
Perbedaan
antara Mukjizat dan
Karamah,
Keajaiban
Mukjizati yang Dilakukan Mereka yang Menuhankan
Diri, Keajaiban-keajaiban
Para Sufi,
Keunggulan
Para Nabi di atas Para
Wali, Keunggulan
Nabi dan Wali atas
Malaikat; 8.
Kharraziyah:
Baka
dan Fana,
Hakikat
Fana dan Baka; 9.
Khafifiyah:
Ketidakhadiran
dan Kehadiran; 10.
Sayyariyah:
Perpaduan
dan Pemisahan; 11.
Hululiyah:
Ruh
|
15. Menyingkap
Tabir Pertama: Makrifat
Allah
16. Menyingkap
Tabir Kedua:
Tauhid
17. Menyingkap
Tabir Ketiga:
Iman
18. Menyingkap
Tabir Keempat: Penyucian dari
Noda
19. Menyingkap
Tabir Kelima:
Shalat
20. Menyingkap
Tabir Keenam:
Zakat
21. Menyingkap
Tabir Ketujuh:
Puasa
22. Menyingkap
Tabir Kedelapan:
Haji
23. Menyingkap
Tabir Kesembilan: Persahabatan, Aturan, dan Prinsip Para
Sufi
|
|
Persahabatan
dan Pelbagai Masalahnya,
Aturan
Persahabatan,
Makna
Budaya (Adab),
Aturan
Persahabatan yang Mengikat Orang-orang yang
Menetap,
Aturan
Mereka dalam Perjalanan,
Aturan
Mereka dalam Makan,
Aturan
Mereka dalam Berjalan,
Aturan
Mereka tentang Tidur dalam Perjalanan dan di
Rumah, Aturan
Mereka dalam Berbicara dan
Diam, Aturan
Mereka dalam Meminta,
Aturan
Mereka dalam Perkawinan dan Hidup Tanpa Kawin dan
Masalah-masalah yang Berkaitan
dengannya
|
24. Menyingkap
Tabir Kesepuluh: Istilah dan Gagasan Penting Para
Sufi
|
|
Hal
dan Waqt,
Maqam
dan Tamkin, dan Perbedaan
Keduanya,
Muhadharat
dan Mukasyafat, dan Perbedaan
Keduanya,
Qabdh
dan Basth, dan Perbedaan
Keduanya,
Uns
dan Haybat, dan Perbedaan
Keduanya,
Qahr
dan Luthf, dan Perbedaan
Keduanya,
Nafy
dan Itsbat, dan Perbedaan
Keduanya,
Musamarat
dan Muhadatsat, dan Perbedaan
Keduanya,
Ilm
al-yaqin dan ayn al-yaqin dan
Haqq al-yaqin, dan Perbedaan
Ketiganya,
Ilm
dan Marifat, dan Perbedaan
Keduanya,
Syariat
dan Haqiqat, dan Perbedaan
Keduanya
|
25. Menyingkap
Tabir Kesebelas: Mendengar
(Sama')
|
|
Mendengarkan
Al-Quran dan Masalah-masalah yang Berkaitan
dengannya,
Mendengarkan
Puisi, dan lain-lain,
Mendengarkan
Suara-suara dan
Melodi-melodi,
Prinsip-prinsip
Mendengar,
Makna
Mendengarkan,
Berbagai
Pendapat tentang
Mendengar,
Berbagai
Peringkat Sufi dalam
Mendengar,
Tiga
Derajat dalam Mendengar,
Pelarangan
Sama,
Wajd,
Wujud, dan
Tawajud,
Menari
dan Sebagainya,
Menyobek
Pakaian (fi
al-kharq),
Aturan-aturan
tentang Sama
|
Artikel dan Komentar Pembaca:
Lukman
Hakim Rohim, A.R.
Idham Kholid, Skripsi
Muhammad Faiz bin
Jamil,
|